LAPORAN AKHIR MODUL 4
1. Pendahuluan [Kembali]
Ketersediaan sistem penerangan yang andal merupakan salah satu kebutuhan penting di wilayah terdampak bencana untuk mendukung aktivitas masyarakat, meningkatkan keamanan, serta mempermudah proses evakuasi dan penyaluran bantuan pada malam hari. Namun, kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat bencana sering menyebabkan terputusnya pasokan listrik sehingga penerangan jalan tidak dapat beroperasi secara normal. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem penerangan yang mampu bekerja secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik utama. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan mudah diimplementasikan pada daerah terdampak bencana.
Pada praktikum mikroprosesor dan mikrokontroler ini, dirancang sebuah Sistem Penerangan Lampu Jalan Otomatis di Wilayah Terdampak Bencana Berbasis PLTS Menggunakan STM32 Blue Pill. Sistem ini memanfaatkan sensor Light Dependent Resistor (LDR) untuk mendeteksi intensitas cahaya lingkungan sehingga lampu dapat menyala secara otomatis saat kondisi gelap dan mati ketika kondisi terang. Mikrokontroler STM32 Blue Pill berfungsi sebagai pusat kendali yang memproses data dari sensor dan mengatur operasi lampu secara efisien. Dengan adanya sistem ini, penggunaan energi dapat dioptimalkan, ketergantungan terhadap jaringan listrik konvensional dapat dikurangi, serta ketersediaan penerangan di daerah terdampak bencana dapat tetap terjaga. Melalui proyek ini, mahasiswa dapat mempelajari penerapan mikrokontroler dalam sistem otomasi, integrasi sensor, serta pemanfaatan energi terbarukan untuk menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat.
2. Tujuan [Kembali]
- Merancang dan mengimplementasikan sistem penerangan lampu jalan otomatis di wilayah terdampak bencana berbasis mikrokontroler STM32 Blue Pill.
- Menerapkan konsep pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif yang mandiri dan ramah lingkungan.
- Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang solusi teknologi yang dapat diterapkan pada wilayah terdampak bencana untuk mendukung kebutuhan penerangan darurat.
- Mengevaluasi efisiensi penggunaan energi melalui penerapan sistem penerangan yang bekerja secara otomatis sesuai kondisi lingkungan.
3. Alat dan Bahan [Kembali]
4. Landasan Teori [Kembali]
Gambar Ilustrasi Kerja
Landasan Teori Modul I: General Input dan Output
General Purpose Input Output (GPIO) adalah pin pada mikrokontroler yang dapat dikonfigurasi sebagai input untuk menerima sinyal dari sensor atau sebagai output untuk mengendalikan perangkat keluaran. Pada rangkaian ini, STM32 Blue Pill memanfaatkan GPIO untuk berkomunikasi dengan seluruh komponen yang terhubung.
Sebagai input, GPIO digunakan untuk membaca sinyal dari sensor PIR dan touch sensor, sedangkan LDR dibaca melalui pin ADC untuk mengetahui kondisi terang atau gelap. Sebagai output, GPIO digunakan untuk mengendalikan MOSFET yang menyalakan lampu, mengaktifkan buzzer, serta menghasilkan sinyal PWM untuk menggerakkan motor servo. Selain itu, GPIO juga digunakan sebagai jalur komunikasi I2C (SDA dan SCL) untuk menghubungkan STM32 dengan LCD melalui modul PCF8574.
Dengan demikian, GPIO berperan sebagai antarmuka utama yang memungkinkan STM32 menerima data dari sensor dan mengendalikan perangkat keluaran sesuai program yang telah ditentukan.
Landasan Teori Modul II: PWM, ADC, dan Interrupt
PWM (Pulse Width Modulation) adalah metode pengaturan daya dengan mengubah lebar pulsa sinyal digital pada frekuensi tertentu. Besarnya daya yang diberikan ditentukan oleh nilai duty cycle, yaitu perbandingan antara waktu sinyal aktif (ON) terhadap periode total sinyal.
Pada rangkaian ini, PWM digunakan untuk mengendalikan motor servo yang terhubung ke STM32 Blue Pill. Perubahan lebar pulsa PWM akan menentukan sudut putar servo, sehingga servo dapat bergerak sesuai perintah yang diberikan oleh mikrokontroler. Dengan PWM, posisi servo dapat diatur secara presisi tanpa memerlukan sinyal analog.
Interrupt adalah mekanisme yang memungkinkan mikrokontroler menghentikan sementara proses yang sedang dijalankan untuk menangani suatu kejadian penting secara langsung. Setelah kejadian tersebut selesai diproses, program akan kembali melanjutkan proses sebelumnya.
Pada rangkaian ini, interrupt dapat diterapkan pada sensor PIR atau touch sensor. Ketika sensor PIR mendeteksi gerakan atau touch sensor disentuh, STM32 dapat segera merespons tanpa harus terus-menerus memeriksa kondisi sensor (polling). Dengan penggunaan interrupt, sistem menjadi lebih cepat, efisien, dan responsif dalam mengendalikan lampu maupun fungsi lainnya.
Landasan Teori Modul III: Communication
Communication pada mikrokontroler merupakan proses pertukaran data antara mikrokontroler dengan perangkat lain menggunakan protokol komunikasi tertentu. Pada rangkaian Sistem Penerangan Lampu Jalan Otomatis Berbasis PLTS Menggunakan STM32 Blue Pill, komunikasi data digunakan untuk menghubungkan STM32 dengan LCD 16×2 melalui modul PCF8574 menggunakan protokol I2C (Inter-Integrated Circuit).
I2C adalah protokol komunikasi serial yang menggunakan dua jalur utama, yaitu SDA (Serial Data) sebagai jalur pengiriman data dan SCL (Serial Clock) sebagai jalur sinkronisasi clock. Pada komunikasi ini, STM32 Blue Pill bertindak sebagai master yang mengirimkan data, sedangkan PCF8574 bertindak sebagai slave yang menerima data dan meneruskannya ke LCD. Melalui komunikasi I2C, STM32 dapat menampilkan informasi seperti kondisi terang atau gelap, status deteksi gerakan, dan kondisi lampu hanya dengan menggunakan dua pin komunikasi.
Penggunaan komunikasi I2C pada rangkaian memberikan beberapa keuntungan, yaitu menghemat jumlah pin GPIO yang digunakan, menyederhanakan proses pengkabelan, serta memungkinkan komunikasi yang lebih efisien antara mikrokontroler dan perangkat periferal. Oleh karena itu, materi communication pada rangkaian ini diwujudkan melalui penerapan komunikasi serial I2C antara STM32 Blue Pill, PCF8574, dan LCD sebagai media pertukaran data dan informasi sistem.
1. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
PLTS merupakan sistem pembangkit listrik yang mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik menggunakan panel surya (fotovoltaik). Energi yang dihasilkan digunakan untuk mengisi baterai melalui charge controller, kemudian disalurkan ke beban seperti lampu jalan dan sistem kontrol.
Prinsip Kerja:
- Panel surya menyerap energi matahari.
- Sel surya menghasilkan tegangan DC.
- Energi disimpan dalam baterai.
- Energi dari baterai digunakan untuk menyalakan sistem penerangan.
Kelebihan
- Ramah lingkungan.
- Tidak bergantung pada jaringan PLN.
- Cocok digunakan di daerah terdampak bencana.
2. Mikrokontroler STM32 Blue Pill
STM32 Blue Pill merupakan papan pengembangan yang menggunakan mikrokontroler STM32F103C8T6 berbasis ARM Cortex-M3.
Fungsi
- Membaca data dari sensor.
- Memproses logika pengendalian.
- Mengendalikan lampu dan aktuator.
- Menampilkan informasi pada LCD.
Karakteristik
- Tegangan kerja 3,3 V.
- Memiliki pin digital dan analog.
- Mendukung komunikasi I2C, SPI, dan UART.
3. Sensor LDR (Light Dependent Resistor)
LDR adalah resistor yang nilai hambatannya berubah sesuai intensitas cahaya yang diterima.
Prinsip Kerja
- Saat terang → resistansi kecil.
- Saat gelap → resistansi besar.
Fungsi dalam Sistem
Menentukan kondisi siang atau malam sehingga lampu hanya aktif saat malam hari.
Menurut Hukum Ohm:
Perubahan resistansi LDR menyebabkan perubahan tegangan yang dibaca oleh ADC STM32.
4. Sensor PIR (Passive Infrared Sensor)
Sensor PIR digunakan untuk mendeteksi pergerakan manusia berdasarkan radiasi inframerah yang dipancarkan tubuh.
Prinsip Kerja:
- Tubuh manusia memancarkan radiasi inframerah.
- PIR mendeteksi perubahan radiasi tersebut.
- Sensor menghasilkan sinyal HIGH ketika ada pergerakan.
Fungsi dalam Sistem:
Mengaktifkan lampu ketika terdapat aktivitas manusia atau kendaraan.
5. Sensor Sentuh (Touch Sensor)
Sensor sentuh bekerja berdasarkan perubahan kapasitansi saat permukaannya disentuh oleh jari.
Prinsip Kerja:
Ketika jari menyentuh sensor:
- Kapasitansi berubah.
- Modul menghasilkan sinyal digital yang dibaca STM32.
Fungsi: Sebagai tombol manual untuk mengontrol sistem.
6. LCD 16×2
LCD 16×2 merupakan perangkat output yang mampu menampilkan 16 karakter pada 2 baris.
Fungsi: Menampilkan:
- Kondisi terang atau gelap.
- Status PIR.
- Status lampu.
- Informasi sistem lainnya.
7. Komunikasi I2C dan PCF8574
PCF8574 merupakan IC ekspander I/O yang menggunakan protokol komunikasi I2C.
Prinsip Kerja I2C:
Komunikasi menggunakan dua jalur:
- SDA (Serial Data)
- SCL (Serial Clock)
Keuntungan: LCD dapat dikendalikan hanya menggunakan dua pin STM32 sehingga menghemat penggunaan pin.
8. MOSFET IRF520
MOSFET adalah transistor efek medan yang digunakan sebagai saklar elektronik.
Prinsip Kerja:
- Tegangan diberikan ke Gate.
- Arus dapat mengalir dari Drain ke Source.
- Beban (lampu) menyala.
Fungsi dalam Sistem: Mengendalikan lampu dengan arus yang lebih besar dibanding kemampuan keluaran STM32.
Keunggulan:
- Switching cepat.
- Efisiensi tinggi.
- Konsumsi daya kecil pada sisi kontrol.
9. Motor Servo
Motor servo merupakan motor DC yang dilengkapi sistem kontrol posisi.
Prinsip Kerja: Servo menerima sinyal PWM dari STM32.
Lebar pulsa PWM menentukan sudut putar servo.
Contoh:
- 1 ms → 0°
- 1,5 ms → 90°
- 2 ms → 180°
Fungsi dalam Sistem:
- Mengarahkan panel surya (solar tracker).
- Mengatur arah lampu penerangan.
- Sebagai aktuator mekanik otomatis.
10. Pulse Width Modulation (PWM)
PWM adalah metode pengaturan daya dengan mengubah lebar pulsa sinyal digital.
Duty Cycle:
Fungsi:
- Mengatur posisi servo.
- Mengatur tingkat kecerahan lampu.
- Menghemat energi baterai.
11. Baterai
Baterai berfungsi sebagai penyimpan energi listrik yang dihasilkan panel surya.
Fungsi:
- Menyuplai daya saat malam hari.
- Menjaga sistem tetap bekerja ketika tidak ada sinar matahari.
12. Sistem Penerangan Jalan Otomatis
Sistem penerangan jalan otomatis merupakan sistem yang mengendalikan lampu berdasarkan kondisi lingkungan dan keberadaan pengguna jalan.
Prinsip Kerja:
- LDR mendeteksi malam hari.
- PIR mendeteksi gerakan.
- STM32 memproses data.
- MOSFET mengaktifkan lampu.
- Lampu menyala hanya saat diperlukan.
Manfaat:
- Menghemat energi.
- Memperpanjang umur baterai.
- Meningkatkan keamanan daerah terdampak bencana.
13. Voltage Divider
Tegangan keluaran mengikuti prinsip pembagi tegangan:
5. Flowchart dan Listing Program [Kembali]
FLOWCHART
LISTING PROGRAM
6. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]
Energi listrik dari sistem PLTS yang tersimpan pada baterai digunakan untuk mensuplai seluruh rangkaian, termasuk STM32 Blue Pill, sensor, LCD, servo, dan lampu.
Sensor LDR mendeteksi intensitas cahaya lingkungan dan mengirimkan nilai tegangan hasil rangkaian voltage divider ke pin ADC STM32.
STM32 memproses data dari LDR untuk menentukan kondisi siang atau malam.
Ketika kondisi gelap terdeteksi, STM32 mengaktifkan proses pemantauan sensor PIR.
Sensor PIR mendeteksi adanya pergerakan manusia atau kendaraan di sekitar lampu jalan dan mengirimkan sinyal ke STM32.
STM32 memproses sinyal dari PIR dan memberikan perintah ke MOSFET IRF520 apabila terdapat gerakan yang terdeteksi.
MOSFET IRF520 bekerja sebagai saklar elektronik yang menghubungkan sumber tegangan ke lampu sehingga lampu menyala.
Ketika tidak ada gerakan yang terdeteksi atau kondisi kembali terang, STM32 mematikan MOSFET sehingga lampu padam.
LCD 16×2 menampilkan informasi kondisi sistem seperti status cahaya, deteksi gerakan, dan kondisi lampu.
Touch sensor digunakan sebagai kontrol manual untuk mengoperasikan sistem sesuai program yang dibuat.
Motor servo bergerak berdasarkan sinyal PWM dari STM32 untuk menjalankan fungsi mekanis seperti mengatur arah lampu atau panel surya.
Buzzer berfungsi sebagai indikator suara untuk memberikan notifikasi ketika kondisi tertentu terjadi pada sistem.
Sistem bekerja secara otomatis sehingga lampu hanya menyala saat kondisi gelap dan terdapat aktivitas, sehingga energi baterai PLTS dapat digunakan secara lebih efisien.
7. Video Simulasi [Kembali]
8. Kesimpulan dan Saran [Kembali]
a) A. Kesimpulan
Berdasarkan
perancangan dan implementasi sistem, dapat disimpulkan bahwa proyek Sistem
Penerangan Lampu Jalan Otomatis di Wilayah Terdampak Bencana Berbasis PLTS Menggunakan
STM32 Blue Pill berhasil mengintegrasikan teknologi energi terbarukan
dan sistem kendali otomatis dalam satu kesatuan sistem yang efisien. Sensor LDR
mampu mendeteksi kondisi terang dan gelap lingkungan sebagai dasar
pengoperasian lampu, sedangkan sensor PIR mampu mendeteksi adanya pergerakan
manusia atau kendaraan sehingga lampu hanya menyala ketika diperlukan. STM32
Blue Pill berfungsi sebagai pusat pengendali yang memproses data dari sensor
dan mengatur kerja seluruh komponen, termasuk lampu, LCD, buzzer, dan motor
servo. Penggunaan MOSFET sebagai saklar elektronik memungkinkan pengendalian
beban lampu dengan aman dan efisien. Dengan memanfaatkan sumber energi dari
PLTS yang disimpan pada baterai, sistem ini dapat menjadi solusi penerangan yang
mandiri, hemat energi, dan cocok diterapkan pada wilayah terdampak bencana yang
mengalami keterbatasan pasokan listrik.
b) B. Saran
Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem dapat dilengkapi dengan modul solar charge controller agar proses pengisian dan perlindungan baterai menjadi lebih optimal. Selain itu, penggunaan sensor cahaya yang lebih akurat atau penambahan beberapa sensor PIR pada area yang lebih luas dapat meningkatkan kinerja sistem dalam mendeteksi kondisi lingkungan. Sistem juga dapat dikembangkan dengan menambahkan fitur monitoring jarak jauh berbasis IoT sehingga kondisi baterai, status lampu, dan data sensor dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi atau internet. Penggunaan panel surya dan baterai dengan kapasitas yang lebih besar juga dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan keandalan sistem, terutama saat digunakan dalam jangka waktu yang lama pada daerah terdampak bencana. Dengan pengembangan tersebut, sistem diharapkan dapat menjadi solusi penerangan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
9. Download File [Kembali]
- Download File Proteus klik disini
- Download Video Penjelasan
- Download Datasheet STM32BluePill klik disini
- Download Datasheet Servo 9g biru klik disini
- Download Datasheet MOSFET 3A Kontinu klik disini
- Download Datasheet Resistor klik disini
- Download Datasheet Adaptor 5V 3A klik disini
- Download Datasheet Lampu DC 5V 12 Watt klik disini
- Download Datasheet Sensor LDR klik disini
- Download Datasheet Sensor PIR klik disini
- Download Datasheet Saklar SPST klik disini
- Download Datasheet LCD I2C klik disini
- Download Datasheet Sensor Touch klik disini




Komentar
Posting Komentar